Bawaslu Tolak Gugatan Oesman Sapta Odang

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) menolak gugatan Oesman Sapta Odang (OSO) terkait pencoretan nama Ketua DPD itu namanya dicoret dari Daftar Caleg Tetap (DCT) Pileg 2019.

Putusan ini dibacakan Ketua Majelis Hakim Abhan pada sidang sengketa ajudikasi Pemilu yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 11 Oktober 2018 malam.

“Memutuskan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Abhan membacakan putusan di ruang sidang.

Dia mengatakan putusan MK No 30/PUU-XVI/2018 yang kemudian diteruskan KPU menerbitkan PKPU 26/2018 merupakan peraturan sah. Sebab penerbitan peraturan KPU itu sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Menimbang bahwa putusan MK yang dibacakan 23 Juli 2018 dimana peoses pencalonan DPD masih berlangsung dan peratuan PKPU 26/2018 tentang pencalonan peserta pemilu bakal anggota DPD telah diundangkan 19 Agustus 2018 sehingga keduanya sah dan mengikat dan berlaku prospektif sesuai asas konstitusian,” papar Abhan.

“Oleh karena itu, kebijakan penyelenggara pemilu menerbitkan PKPU merupakan tindakan hukum yang sah berdasarkan tata peraturan undang undang,” sambung dia.

Majelis hakim berpendapat putusan MK tersebut merupakan final, serta berkekuatan hukum tetap. Maka dari itu, syarat mengenai pengurus partai politik harus mengundurkan diri saat maju jadi bakal caleg DPD harus dipatuhi guna melahirkan DPD yang independen. 

“Calon anggota DPD pada Pemilu 2019 bukan merupakan pengurus partai politik dan bersedia mengundurkan diri dari partai politik. Hal itu sesuai keterwakilan DPD yang memiliki ciri khas dan karakter tersendiri dan mandiri sehingga bersih dari kepentingan kelompok atau urusan parpol,” tutur Abhan dalam sidang Bawaslu.

POKERCEBAN adalah AGEN POKER INDONESIA ONLINE resmi IDNPOKER terpercaya dan terbaik dengan dominasi search paling tinggi di GOOGLE.